sedikit harapanku untuk bisa mengais serpihan-serpihan kata yang terbersit dalam otakku seolah seluruh jiwa terbata terbata kucoba berkata, sekali lagi yang kudapat hanya hampa. Mungkin lebih mudah bila ku berdusta tapi lelah, ku sudah tak kuasa yang kuingin hanya satu.. berbaring disisimu, menikmati lembut belaimu menggelitik di anak rambutku mungkin benar... damaiku ada padamu.
| ||||||||||
| ||||||||||








